Written By Administrator | 2009-08-21 | Hit 405 kali
VIVAnews - Tim Sukses Megawati-Prabowo, Fadli Zon,
menyesalkan pernyataan Presiden SBY yang menuding ledakan bom di Hotel
JW Marriott dan Ritz Carlton dilatarbelakangi hasil pemilihan presiden.
SBY dinilai hanya memperkeruh suasana.
"Itu statement yang
provokatif, hanya memperkeruh suasana. Seharusnya dia fokus bagaimana
mengungkap pelaku pengeboman," kata Fadli saat dihubungi VIVAnews, Jumat 17 Juli 2009.
Ledakan
di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton yang terjadi pukul 07.45 WIB dan
pukul 07.47 WIB telah menewaskan sembilan orang dan melukai 55 orang.
Fadli
meminta SBY tidak mempolitisir dan mengambil keuntungan dari kasus ini
sementara investigasi belum dilakukan secara menyeluruh.
"Pikirkan
bagaimana melakukan investigasi, bagaimana merawat korban, mengamankan
lokasi dan mengungkap pelaku, bukan malam mengambil keuntungan politik
seperti ini, apalagi dikaitkan dengan pilpres," cetus Fadli yang juga
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Fadli tidak habis pikir
dengan pernyataan SBY yang jauh sikap seorang negarawan, padahal ia
bicara atas nama presiden. "Kalau kita mau kita juga bisa bilang maling
teriak maling, bahwa ini hanya pengalihan dari kisruh pilpres, seperti
soal DPT dan sebagainya," tegas Fadli.
Sebelumnya dalam jumpa
pers di Istana Negara, SBY yakin ledakan bom di dua hotel tersebut ada
kaitannya dengan hasil pilpres, di mana SBY lebih unggul dibandingkan
kandidat lainnya.
"Ada pernyataan akan ada revolusi jika SBY
menang, ini intelijen bukan rumor dan gosip. Dan yang terakhir ada
pernyataan, bagaimanapun jugaSBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik,"
kata dia.
Sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/76001-fadli_zon__sby_jangan_perkeruh_suasana